Jumat, 17 Juli 2020

Aliran Rasa Kupu-kupu Yuliana

ALIRAN RASA

Yuliana


Enam bulan telah berlalu, berbagai perasaan berkecamuk saat menjalankannya. Ada berbagai cerita dalam tiap proses belajar yang memang tidak sebentar ini.  Namun ada kebahagiaan yang menular di kelas bunda cekatan bersama teman-teman, buddy, mentee dan mentor.



Apa yang membuat bahagia selama kelas Buncek?
Banyak ilmu, keterampilan dan pengalaman yang patut dijadikan pemantik untuk  menjadi lebih baik setiap harinya.



Bahagia bersama, belajar bersama, suka bersama, bahkan ‘gila' bersama pun selalu jadi guru berharga dalam progress belajar saya.



Bahagia menemukan apa yang diinginkan dan yang diperlukan untuk menemukan bahagia banget itu benar-benar berharga sekali.



Mengapa tetap bertahan hingga akhir?
Kalo diingat kembali berapa kali saya ingin mundur dikarenakan hape satu-satunya error layarnya yang qadarullah belum ada dana untuk menservisnya apalagi ganti baru, laptop yang tetiba mati dan harus menunggu keuangan membaik baru bisa diperbaiki  , keuangan keluarga tak menentu saat mulai covid merebak, ditambah datang masalah menghampiri biduk rumah tangga saya saat 3 bulan terakhir. Rasanya dunia saya saat itu runtuh. Mood saya kacau, semua jadwal amburadul, anak-anak sempat terabaikan, kehilangan kepercayaan diri dan keyakinan akan kelangsungan kehidupan.



Namun selalu ada teman-teman yang menguatkan dan memberi semangat . Hingga akhirnya saya bertahan sampaI garis finish. Ditambah strong why yang selalu saya ingat saat memasuki kelas.



Apa yang sudah baik dan semakin baik?
Kalo diurut, banyak hal sebenarnya yang membuat saya bertambah baik setiap harinya. Misalnya: saya yang suka terjadwal sekarang terbantu sekali dengan membuat bullet journal setiap harinya sehingga tambah yang bersemangat untuk mengelola hari, mulai mampu mengkandangkan waktu di pagi hari dan sore hari untuk urusan rumah tangga, mampu menerapkan selfcare dan self healing saat diperlukan dan jadi tambah dekat dengan anak sulung karena bisa belajar bareng di desain grafis yang saya pilih di kelas ini.
Rasanya terlalu banyak ilmu yang saya peroleh sejak mengikuti kelas.



Dan serunya di bunda cekatan ini, bukan saja ilmu, keterampilan bahkan pengalaman baru pun saya peroleh. Seperti saat tugas akhir membuat video selebrasi versi regional masing-masing.

Yang mau tahu gimana ceritanya saya sudah tuangkan dipostingan berikut:

Crazy celebration
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=4309065325785114&id=100000450671758



Behind the scene
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=4307977059227274&id=100000450671758


Dan dibawah ini adalah video selebrasi KAHIMA Kalimantan Selatan yang kemaren saat fb live bareng bunda Septi menjadi pembuka sesi 1. Senang buangguattt.. Kami semua selalu ngakak bareng tiap nonton vidi kami tersebut.

Vidi selebrasi KAHIMA kalsel https://drive.google.com/file/d/1zK3drdE-4snDgQGfH1FB1Bjh9s8FGeOt/view?usp=drivesdk




Hal yang sama sekali belum pernah kami lakukan. Karena bunda cekatan lah kami akhirnya keluar dari zona nyaman. Video tercrazy yang pernah kami bikin dan buat saya pribadi ini adalah pengalaman pertama dan terheboh. Yang membuat saya yang sebelumnya kehilangan kepercayaan diri dan lebih banyak pasif di WAG malah tertular eforianya dan mampu menyumbangkan 8 pantun berbahasa banjar yang kesemuanya digunakan oleh teman-teman saat beturai pantun.


Dan berikut pantun yang saya tuliskan untuk video selebrasi Bunda Cekatan:

1. Nukar haruan ke pasar arba
Handak diulah gangan kaladi
Himung ulun kada sakira
Kawa umpat buncek batch 1 ini

2.
Ka sakulah batinjak sapida
Sapidanya mini ampun kuitan
Banyak banar ilmu wan keterampilannya
Asa sadih amun ampihan

3.
Oseng mandai buati uyah
Uyah wadi mencok kawannya
Asa landai hati ampih kuliah
Kaganangan tugas saban minggunya


4.
Diigut rangit bial dapatnya
Habang bial padih digaru
Sunyi notif di WA dapatnya
Ampih buncek tarasa sandu

5.
Lamang lakatan bahintalu itik
Tatak akan surung bagamat
Himung hati bubuhan buncek
Matan pamulaan sampai batamat

6.
Calap padu ditampuh hujan
Lunglup batis jadi gatalan
Kalap ilmu di bunda cekatan
Kupu-kupu bungas jadi incaran

7.
Himung hati taiitihi hari
Hancap-hancap mehantak tapasan
Himung ulun belajar dimari
Buncek dan IP jadi dandaman

8.
Manangguk iwak di pahumaan
Iwak haruan banyak anaknya
Mentorship buncek wadah belajaran
Gasan kami Ibu-ibu wan keluarganya


Kenangan bersama teman-teman di kelas bunda cekatan ini telah mampu mengubah saya menjadi kupu-kupu chantik yang percaya diri.



Kamis, 02 Juli 2020

Jurnal 7 Merayakan Kemenangan Yuliana


JURNAL KUPU-KUPU
PEKAN 7


Yuliana


Kelas bunda cekatan sudah sampai pekan ke 7, sisa 1 pekan lagi akhir dari tahap kupu-kupu ini. Banyak sekali yang telah dilalui dari happy sampai mengharu biru baik perasaan dan mood nya.




Dan pekan ini, kita diminta merayakan kemenangan, kemenangan baik sebagai mentee dan mentor. Merayakan kemenangan tidak hanya menunggu sukses besar, namun kemenangan kecil pun patut untuk dirayakan sebagai energy untuk meneruskan tahap belajar yang tinggal 1 pekan lagi ini.




Dan dilembaran kupu-kupu ini, diminta mewarnai sesuai apa yang dirasakan selama mengikuti proses bunda cekatan dan tahap mentorshipnya  juga.
Dan inilah gambar kupu-kupu saya.




Memang terlihat warnanya tidak cantik. Dan saya mau bercerita kenapa warnanya bisa seperti itu.
Selama 4 bulan pertama mengikuti tahapan di bunda cekatan ini, saya adalah orang yang sangat optimis dan positif dalam keseharian dan bersemangat dalam mengikuti tiap proses belajarnya. Selalu memprioritaskan waktu untuk hadir tepat waktu saat video materi, mengerjakan tugas dan mengumpulkaan tugas juga jauh sebelum deadline.




Namun, 2 bulan belakang ini, qadarullah saya sedang diterpa romantika pergulatan masalah rumah tangga yang sangat pelik. Yang sangat menyita focus, konsentrasi, semangat dan kepedean saya untuk melanjutkan kelas.




Terutama disesi mentorship ini, saya kehilangan semangat dan kepedean untuk menjadi mentor. Mementori mentee pun seperti seadanya. Kepedean akan keterampilan yang sudah dikuasai seperti menghilang. Jujur ingin sekali mundur namun ingat akan strong why saat menjadi mentee.




Alhamdulillah saya memiliki mentor yang selalu support kegalauan. Sehingga saya tetap melanjutkan action plan hingga hari ini.






#jurnalke7
#tahapkupukupu
#buncek1
#instituteibuprofesional




Senin, 29 Juni 2020

Jurnal Pekan 6 Catat Progresmu Yuliana

JURNAL KUPU-KUPU
PEKAN 6


Yuliana

Semakin seru mentorship pekan ini, materi pekan ke 6 ini adalah menceritakan progress perkembangan proses belajar setiap harinya. Baik dengan penjelasan dan dianalogikan dengan gambar/foto.

Focus pada kemajuan dan solusi. Menerima tantangan dan memecahkannya sebagai bagian dari progress belajar kita.  Dan buat proses belajar saya di pekan ini, mulai menemukan ritmenya kembali. Mulai meluangkan waktu 10-15 menit setiap hari untuk me Re desain infografis yang berseliweran di beranda sosmed.

Sedang mengenai perasaan, memang belum sepenuhnya mampu mengendalikan jika aura negative tersebut datang. Namun sudah belajar memutar mood hati ke arah positif dengan membuat quote-qoute positif sebagai penyemangat.

Hari Jumat
Hari ini progress perasaan yang saya utamakan. Mulai memulai membuat flyer quote sebagai penyemangat dan mengingat kembali strong why kenapa ingin belajar Desain di bunda cekatan ini.

Ditambah juga membikin kembali Tantangan 30 untuk membuat quote dan membagikannya di sosmed.

Sabtu
Progress hari ini, seperti hujan lebat yang terjadi di sore ini, hati saya pun seperti itu. Meski sudah membuat quote positif namun gangguan mood itu selalu datang dari luar diri dan sedikit berpengaruh pada mood saya.

Ahad
Progress hari ini, mulai kembali membuat Re desain flyer. Tantangan yang dihadapi adalah konsisten belajar 10 menit ba’da subuh sebelum aktifitas rumah memanggil.

Senin
Ritme belajar dan beraktivitas rumah sudah mulai kembali normal. Re Desain pun mulai 10 menitan buka aplikasi desain. Rencana quote pun mulai dituliskan. 

Selasa
Manajemen waktu sudah dikembalikan seperti semula. Aktivitas lebih tertata lagi. Komitmen menjadi kupu-kupu cantik harus diselesaikan di kelas bunda cekatan ini.


Testimoni dari suami mengenai proses/progress selama mengikuti kelas bunda cekatan adalah Perubahan yang terjadi terutama terkait dengan sikap hidup keseharian, lebih bersahaja, tangguh dan lebih sabar.

Feed back dari Mentor setelah memberikan gambaran dan cerita secara runut sejak jumat sampai selasa adalah wahh keren banget udah ini.

Saya benar-benar seneng atas apresiasi mereka  berdua mengenai progress selama mengikuti mentorship ini.

2 pekan lagi harus lebih semangat untuk melaksanakan action plan dengan manajemen waktu yang lebih tertata lagi.


#jurnalke6
#tahapkupukupu
#buncek1
#instituteibuprofesional

Minggu, 21 Juni 2020

Jurnal Pekan 5 Kupu-Kupu Diskusi Action Plan Yuliana

JURNAL KUPU-KUPU
PEKAN 5


Yuliana

Materi pekan ke 5 ini, kita diminta mengevaluasi progress belajar sudah sampai mana. Melakukan false celebration dan meminta feedback 360* pada orang sekitar.

Istilah-istilah baru juga bermunculan saat materi. Seperti devil advocate dan butterfly effect. Tahapan ini adalah lanjutan dari materi pekan ke 4 yaitu check ini. Mengukur sejauh mana komunikasi kita dengan mentor dan mentee.

Progress belajar dalam 4 pekan di tahap kupu-kupu ini memang kurang maksimal. Masalah yang sama masih belum menjauh dari kehidupan pribadi dan rumah tangga saya. Memang masalah ini sangat mempengaruhi semangat dan keinginan saya untuk meneruskan kelas bunda cekatan.
Terlalu rumit dan pelik untuk diceritakan. Terlalu sulit untuk dicarikan solusinya. Hanya Allah saja tempat meminta jalan keluar untuk masalah ini.

Dan karena ini pulalah, saya merasa bersalah dengan mentor maupun mentee. Kurang maksimalnya membersamai dan belajar di tahap kupu-kupu ini membuat saya seperti setengah hati dalam menuliskan jurnal dan proses mentorshipnya.

Dan ini harus saya akui ke mentor dan mentee dalam FALSE CELEBRATION.

Pekan kemaren, saya memberitahukan ke mentor. Kalo saya membuat jadwal belajar seperti tantangan 30 hari di tahap kepompong. Namun nyatanya saya tidak rutin dan sering bolong dalam memenuhi target harian tersebut.

Ke mentor, saya mengakui semua hambatan yang dialami sehingga progress belajar dalam pekan ini tidak memenuhi target pribadi. Mentor pun juga mengatakan kalo dia juga sedang mengalami kelelahan karena pekerjaannya sebagai desain. 
Kamipun saling support. 
Dan satu yang saya suka dari kata-kata mentor. Bahwa proses belajar CDR atau desain memang berhubungan dengan mood dan jangkanya sangat panjang. Jadi sangat berpengaruh dalam proses belajar. Jangan dipaksakan, akan butuh banyak trial error jika tujuan akhir adalah membangun sebuah percetakan.
Rasanya lega banget mendapat kata penyemangat seperti itu. Saya tak salah memilih mentor dalam proses belajar di tahap kupu-kupu ini.

Untuk mentee,
Sampai jurnal ini saya setorkan belum juga memberitahukan progressnya karena memang belum menonton video  materi Bunda Septi. Jadi saya skip dulu false celebration dengan mentee.




Dan yang ketiga 360* feedback
Mencaritahu kepada orang terdekat apa penilaian mereka terhadap proses dan progress belajar saya di kelas bunda cekatan dan di tahap kupu-kupu ini. Apa saya masih terlihat antusias atau malah kehilangan gairah belajar.

Dan disinilah kita akan bertemu dengan devil advocate tersebut. Karena tidak semua orang akan memberikan feedback yang positif, dengan kata-kata asertif dan belajar memahami komunikasi produktif. Jadi harus siapkan mental terlebih dahulu. Atau sebelum meminta pendapat orang lain. Pastikan yang lebih dulu adalah orang-orang yang bisa memberikan apresiasi terhadap kita baru ke yang lain.

Dan yang pertama saya tanyakan adalah suami, respon suami. Saya harus tetap semangat meneruskan kelas sampai selesai. Tetap percaya diri dan belajar yang diinginkan.

Feedback anak-anak, mereka bilang, saya selalu rajin belajar. 

Feedback sodara, dia suka dengan desain logo dan stempel yang saya buatkan untuk usaha jahitnya.

Feedback dari teman-teman sosmed, ada yang bilang saya adalah pribadi yang teratur, terstruktur, terjadwal, punya tujuan jelas, multi talenta dan religious. MasyaAllah diberi apresiasi dari teman SMP yang hanya terhubung melalui sosmed karena membaca dan mengikuti sosmed saya.

Membaca apresiasi dari teman seperti itu. Membuat semangat yang down merasa tercerahkan kembali. Berangsur kepedean yang sempat hilang 3 bulan ini mulai bangkit. Dan saya pun siap melangkah di tahap kupu-kupu ini dengan membuat action plan yang sudah dibuat. Plus membuat action plan lainnya juga.


#jurnalke5
#tahapkupukupu
#buncek1
#instituteibuprofesional



Minggu, 14 Juni 2020

Jurnal Pekan 4 Kupu-kupu Yuliana Check In

JURNAL KUPU-KUPU
PEKAN 4


Yuliana

Alhamdulillah saya masih bertahan sampai pekan ke 4 ini, meski masalah pribadi masih bergulir dan tambah menguras focus setiap harinya. Namun ada semangat lain yang saya usahakan sekuat tenaga agar tetap bisa meneruskan tahapan ini.

Tahap pekan ke 4 ini, sebagai mentee dan sebagai mentor, kita diminta untuk CHECK IN. Mengevaluasi apakah proses program mentorship selama 4 pekan ini sudah merasa nyaman/tidak satu sama lain.

Be a Homeschooling Mentor
Jujur saya akui sebagai mentor, saya kurang maksimal membersamai mentee,  terlepas mentee saya juga sedang mengunggu HPL. Sehingga komunikasi kami kurang terbuka sampai pekan ke 4 ini. Saya sudah memberikan jadwal kapan saya bisa aktif untuk dihubungi yaitu antara jam 13.00 – 16.00 Wib. Minimal diskusi 15 menit sepekan. 
Mengenai prioritas, sampai jurnal ini saya setorkan pun mentee belum menonton video Bunda Septi sehingga diskusi kami belum bisa maksimal. Baik mengenai kendala atau perkembangan mentership ini.

Informasi terakhir yang disampaikan mentee, beliau baru mengikuti webinar mengenai Homeschooling. 

Be a  Design Grafis Mentee
Berbeda sebagai mentee, saya masih bisa belajar focus karena disini ada tujuan, skala prioritas dan rencana belajar yang sudah dibuat pekan kemaren. Dan rencana belajar itupun sudah disetujui oleh mentor. 

Meski kurang focus, saya masih bisa memenuhi target harian saya dengan belajar minimal 2 jam sehari untuk latihan Re Desain menggunakan aplikasi Coreldraw X7. 

Dan mentor pun, selalu cepat dalam membalas tiap pertanyaan saya seputar kendala memahami aplikasi saat praktik. 

Dan mulai pekan ini, saya menjadwalkan latihan re desainnya setiap selesai sholat subuh. Karena pada jam itu laptop belum ada yang menggunakan karena anak-anak masih tidur. Dan saya sudah pula memberitahukan ke mentor mengenai jadwal tersebut.

Dan mengenai waktu mentorship, mentor sudah memberikan waktunya kapan aja untuk dikontak melalui whatapps saat butuh masukan. Dan saya pun setuju sekali ide ini.

Berikut hasil belajar Re desain pekan ini:




#jurnalke4
#tahapkupukupu
#buncek1
#instituteibuprofesional



Jumat, 05 Juni 2020

Jurnal Pekan 3 Kupu-kupu Yuliana

JURNAL KUPU-KUPU
PEKAN 3


Yuliana



Setelah 2 pekan libur dari kegiatan belajar, rasa meger itu tetap menggelayuti. Apalagi saya sejak libur jarang banget praktek keterampilan yang ingin  dikuasai. Jadinya rada kagok juga saat memulai lagi.

Menonton video ibu Septi baik saat materi dan diskusi sempat kehilangan bersemangat. Memang karena saya juga masih bergelut dengan masalah pribadi yang sangat menguras emosi dan kewarasan. Namun berkat suami terus memberi izin untuk tetap melanjutkan proses belajar ditengah keinginan untuk mundur selalu saja menggoda. 

Saya seperti sudah kehilangan gairah untuk melanjutkan kelas. Sampai-sampai saya sudah ingin menghilang gairah untuk belajar. Ingin tenggelam aja dengan perasaan sekarang ini.

Berat memang apa yang sedang saya hadapi. Namun bersabar tentu harus diambil demi kebaikan semuanya. Terlebih tujuan dari proses belajar keterampilan ini kelak akan sangat berguna buat saya untuk mandiri dan tidak bergantung serta diremehkan oleh orang lain lagi.

Alhamdulillah saya memiliki mentor yang selalu siap mendukung dan membuat saya melupakan sedikit masalah ini. 

Dan saya pun sudah merumuskan rencana untuk tahapan belajar kali ini. Masih belum mendapat respon dari mentor sih. Mungkin masih terbawa suasana syawalan jadi mager. Begitu juga mentee belum ada tanggapan juga. Kemungkinan juga karena sedang hamil ke 4 jadi fokusnya masih bercabang-cabang.





#jurnalke3
#tahapkupukupu
#buncek1
#instituteibuprofesional

Selasa, 12 Mei 2020

Jurnal Pekan 2 Kupu-Kupu Yuliana

JURNAL KUPU-KUPU
PEKAN 2

Yuliana

STEP 2
Self Assesment Skill


Dipekan kedua ini, tugas dari kelas bunda cekatan tahap kupu-kupu muda adalah assess your skill level. Dimana sebagai mentor/ mentee mengirimkan assessment baik berupa video atau video call untuk berintearksi secara langsung.

Sebagai mentor di program mentershipp HOMESCHOOLING. Saya dikirimkan video oleh mentee makk Karina Hanum namun terpotong karena kapasitas hape beliau tidak mencukupi akhirnya hanya melalui tulisan. Berikut jabaran dari assessment mak karina hanum :


jadi kalau tantangan ‘hs’ buat saya itu melawan malas paling utama, karena saya selalu ‘sambilan mengerjakan apa-apa’. jadi menemani anak2 tanpa ada jadwal tertentu, sebisanya saat saya bisa, saat saya lagi lowong ga mengerjakan pekerjaan rumah/lagi bisa ditunda dan mereka minta menemani saya menemani, kl ga bisa ya saya sodorin buku suruh mereka kerjakan sendiri 😂.

selain itu kekurangan saya tidak memberikan variasi yg memacu kreativitas anak. krn saya sendiri merasa tidak kreatif, dan panduan saya ya buku2 macem2 yang saya berikan, anak saya yg pertama pintar sekali gambar dan origami pun belajar dari buku yg dikasih, krn saya sendiri ga bisa 😂. dia minta diajarkan lipat2, saya kasih buku origami dengan instruksi lalu dia belajar sendiri mengikuti dari situ.

Dan saya pun sebagai mentor mencoba mengirimkan video juga namun tidak bisa terkirim, entah karena jaringan atau durasi video yang panjang yaitu 9 menitan sehingga tidak bisa terkirim. Pun setelah diupload ke google drive videonya tidak bisa diputar karena format yang tidak terbaca ( ini link nya https://drive.google.com/folderview?id=1CHIPmyAHaZr9FoNpLTTdKHf3YSRT7rgw ). Akhirnya saya pun menggunakan tulisan saja.


Berikuti self assessment skill saya sebagai mentor

-----1. Apakah ilmu ini skill baru/ teknik baru Homeschooling ini sudah saya kerjakan selama 5 th sejak 2015. Awalnya bermodal nekat dan sedikit informasi dari buku2 parenting karena memang menyukai ilmu pengasuhan anak. Mengenai kurikulum, kemaren sudah saya kirimkan berikut jadwal yang kami kerjakan sehari2. Memang awalnya juga bongkar pasang dalam membuat jadwal dan memilih kurikulum. Namun balik ke visi mizi keluarga jadi say memilih karakter building, life skill dan aqidah untuk pembelajaran anak2. Anak saya ada 3, yang 15 th suka dunia komputer dan game online. Dia suka ngulik2 program, nyoba2 aplikasi dan programmingnya. Karena dunia game banyak mengunakan english jadi anak pertama saya merasa perlu belajar ilmu tsb. Masih belum ikut paket A karena belum dirasa perlu. Sempat 2x mendaftar namun terbentur waktu dan pelajaran lain sehingga kamipun menundanya. Anak ke 2 sekarang 7 th. Dia menyukai menggambar jadi saya memfasilitasi minatnya tersebut. Selain dikertas dia suka juga gambar di laptop. Untuk kognitifnya saya tidak menggegas belajar calistung. Namun berdasarkan ketertarikkan dan merasa kalo dia butuh belajar hal tsb. Anak ke 3 usia 4 th. Masih banyak main apalagi outdoor. Berjelajah di sawah, di halaman dan berteman sendiri. Anak3 suka berjelajah makanya saya suka ajak mereka mengunjungi tempat2 yang bisa jadi bahan belajar karena belajar bisa dimana saja, kapan saja dan dengan siapa aja. Saya pernah mengisi kulwap hs di wag ibu2 daerah kabupaten. Pernah juga membikin komunitas homeschooling Banjarmasin namun karena saya pindah domisili di kabupaten jadi istirahat. Saya membuat sebuah nama untuk kegiatan HS kami agar lebih semangat DAFSCHOOL namanya. Dan untuk berbagi cerita mengenai anak 3 nya saya buat hastag DafShare. Hs yang kami jalani lebih ke Unschooling. Yaitu tidak belajar pelajaran sekolah sama sekali. Kami tidak menggunakan kurikulum diknas untuk proses anak belajar. *Tantangan* terbesar adalah pindah domisili tapi ini bisa jadi bagian belajar juga. Anak2 jadi bisa beradaptasi dimanapun mereka berada. Untuk bank data saya simpan di laptop dan instagram yang diprivat.----
-----------------------------------
Nah, sebagai mentee di mindmapping Desain Grafis, saya dan mentor bersepakat untuk videocall karena kendala kirim video tidak bisa dibuka juga.
Ringkasan isi video tersebut adalah.

Berikut saya juga sertakan jadwal mentorship dari mentor dan tugas Re Desain yagn saya kerjakan menggunakan CORELDRAW.

Contoh dari Mentor

Desain menggunakan CorelDraw

Desain Menggunakan Pixellab





#jurnalke1
#tahapkupukupu
#buncek1
#instituteibuprofesional

Rabu, 06 Mei 2020

Jurnal Kupu-kupu pekan 1


JURNAL KUPU-KUPU
PEKAN 1
Yuliana

STEP 1
PERKENALAN

Alhamdulillah tiba juga di tahap kupu-kupu. Tahap yang sangat menantang diri dengan tugas yang sangat menantang juga yaitu menjadi Mentor dan menjadi Mentee.




Dalam tahap kupu-kupu ini, semua mahasiswi ditantang untuk mengikuti program mentorship. Dimana semua wajib menjadi mentor dan menjadi mentee sekaligus dalam 1 waktu.




Awalnya saya merasa sudah ingin menyerah bukan karena tugasnya namun karena permasalahan pribadi yang menguras segala energy dan kewarasan sehingga takutnya tidak focus menjalani tahapan ini.




Menjadi mentor atau mentee itu tidaklah mudah. Selain tahapan ini akan berlangsung 8 pekan dengan panduan yang akan diberikan oleh tim bunda cekatan namun kepercayaan dirilah inti dari semua tugas kali ini. Sedang saya sedang krisis percaya diri.




Lama saya untuk memutuskan akan menjadi mentor dalam bidang/keterampilan apa. Berasa setengah-setengah dan kurang focus sehingga saya butuh 2 hari untuk mencerna dan menata pikiran agar bisa kembali di program belajar online ini.




Dan akhirnya saya memutuskan untuk menjadi mentor HOMESCHOOLING yang memang sudah 5 tahun ini saya jalani dengan berbagai lika-liku perjalanannya. Berharap apa yang saya miliki ini akan bermanfaat dan menjadi kekuatan untuk mentee saya agar bisa memantapkan diri untuk menempuh langkah berani ini.




Dan untuk menjadi mentee, saya tentu saja memilih sesuai  mindmapping yaitu desain grafis. Saya tidak kesulitan untuk menemukan mentor karena memang sudah tahu siapa yang akan dituju sesuai tujuan akhir nanti.




Dan step 1 ini adalah sesi perkenalan, jadi obrolan yang dibuka seputar mengenal satu sama lain. Sebelum masuk ke step selanjutnya yang akan lebih menantang lagi.


Berikut adalah biodata mentor saya

Nama Adistiyar Wardani, dari IP Samkabar, berprofesi sebagai ibu rumah tangga dengan 3 putra berusia 11, 10, dan 4 tahun.
berdomisili di samarinda kalimantan timur
kegiatan sehari hari saya selain sebagai ibu rumah tangga adalah bekerja sebagai desain grafis,
dalam sehari menghabiskan setidaknya 6 jam dengan apikasi CorelDraw selama hampir 10 tahun terakhir
semoga kita bisa belajar bersama yaa😊
Berikut adalah boidata mentee saya


baik mak,

bismillah,
saya ibu dari 3 anak menjelang 4, latar belakang pendidikan biologi dan Marine Environmental Protection, sebelum menikah ga kepikiran jadi irt mengurus anak dan suami dirumah, karena kecintaan jadi orang lapangan 😆. Qadarullah setahun setelah lulus S2 ada yg melamar, sebulan kemudian menikah, lalu langsung dikaruniai anak pertama di tahun pertama pernikahan. karena suami yg pengajar dan memiliki visi misi tauhid no 1, sedari awal saya diminta untuk hs anak, namun melihat kondisi saya yg belum klop dan masih berat menyeimbangkan menjadi irt, sampai sekarang ga ada pemaksaan, hanya memang suami senantiasa meminta saya yg mengajarkan anak-anak sebisa mungkin ☺️.

buat saya sendiri pandemi covid ini membawa hikmah tersendiri, kakak yg harus school from home dan adik yg mulai minta sendiri diajarkan ini-itu jadi menguatkan niat saya. ditambah ada abinya yg juga work from home jadi ada bala bantuan mengurus rumah dan anak-anak sehingga saya ga merasa terlalu terbebani.


#jurnalke1
#tahapkupukupu
#buncek1
#instituteibuprofesional




Minggu, 26 April 2020

Aliran Rasa Kepompong

Aliran Rasa
Tahap Kepompong

Yuliana

Alhamdulillah akhirnya berkesempatan juga untuk menuliskan aliran rasa selama berada di tahap kepompong kemaren.

Selama sebulan kemaren, banyak peristiwa yang sudah terjadi yang sempat membuat saya ingin menyerah dan menunda untuk mengikuti kelas bunda cekatan sampai selesai.

Di tahap kepompong kemaren, saya memilih 3 tema untuk 4 jurnal. Puasa pekan pertama saya memilih tema 7 Days Sosmed Detox.  Saya menjalankan puasa tersebut karena kebutuhan social media terlalu menyita waktu. Jadi saya butuh puasa tersebut. Selama puasa ada 2 kali memperoleh badge merah. 

Di pekan ke 2 saya memilih tema Turn Back Home sebagai puasanya. Mengingat keseringan saya lupa untuk menghentikan aktivitas yang disukai seperti berada di depan laptop. Sehingga beberapa tugas di sore hari terabaikan. Nah. Saat puasa ini sangat seru karena harus melibatkan anak-anak dan suami untuk melaksanakannya.

Pekan ke 3 dan 4 saya memilih teman manajemen emosi karena berkaitan dengan apa yang sedang terjadi di kehidupan rumah tangga. Saya tak bisa menceritakan banyak disini. Intinya saya masih berjuang untuk memanajemen hati, perasaan, pikiran dan sikap saya untuk menghadapi tantangan ini.
Masalah ini pun masih bergulir dan masih banyak menyita keseharian dan emosi. Terus berusaha untuk menjalani dengan kesadaran tinggi bahwa ini bagian dari takdir Ilahi untuk kami lalui di usia 16 tahun pernikahan.

Dan Alhamdulillah lagi, dari  berbagai tantangan seperti ; sempat kouta habis, sinyal putus-putus, covid 19 yang kian serius di kabupaten saya karena termasuk red zone, plus masalah pribadi yang sangat serius. Saya akhirnya mampu menyelesaikan tantangan berturut-turut menyetor jurnal 30 hari tahap kepompong dan 4 jurnal tepat waktu.

Semoga apa yang sudah dipuasakan dan dikerjakan di tahap kepompong ini, akan menambah jam terbang dan memantaskan diri untuk bisa mengupgrade diri untuk meningkatkan limit diri.

#aliranrasatahapkepompong
#buncek1
#instituteibuprofesional