Senin, 29 Juni 2020

Jurnal Pekan 6 Catat Progresmu Yuliana

JURNAL KUPU-KUPU
PEKAN 6


Yuliana

Semakin seru mentorship pekan ini, materi pekan ke 6 ini adalah menceritakan progress perkembangan proses belajar setiap harinya. Baik dengan penjelasan dan dianalogikan dengan gambar/foto.

Focus pada kemajuan dan solusi. Menerima tantangan dan memecahkannya sebagai bagian dari progress belajar kita.  Dan buat proses belajar saya di pekan ini, mulai menemukan ritmenya kembali. Mulai meluangkan waktu 10-15 menit setiap hari untuk me Re desain infografis yang berseliweran di beranda sosmed.

Sedang mengenai perasaan, memang belum sepenuhnya mampu mengendalikan jika aura negative tersebut datang. Namun sudah belajar memutar mood hati ke arah positif dengan membuat quote-qoute positif sebagai penyemangat.

Hari Jumat
Hari ini progress perasaan yang saya utamakan. Mulai memulai membuat flyer quote sebagai penyemangat dan mengingat kembali strong why kenapa ingin belajar Desain di bunda cekatan ini.

Ditambah juga membikin kembali Tantangan 30 untuk membuat quote dan membagikannya di sosmed.

Sabtu
Progress hari ini, seperti hujan lebat yang terjadi di sore ini, hati saya pun seperti itu. Meski sudah membuat quote positif namun gangguan mood itu selalu datang dari luar diri dan sedikit berpengaruh pada mood saya.

Ahad
Progress hari ini, mulai kembali membuat Re desain flyer. Tantangan yang dihadapi adalah konsisten belajar 10 menit ba’da subuh sebelum aktifitas rumah memanggil.

Senin
Ritme belajar dan beraktivitas rumah sudah mulai kembali normal. Re Desain pun mulai 10 menitan buka aplikasi desain. Rencana quote pun mulai dituliskan. 

Selasa
Manajemen waktu sudah dikembalikan seperti semula. Aktivitas lebih tertata lagi. Komitmen menjadi kupu-kupu cantik harus diselesaikan di kelas bunda cekatan ini.


Testimoni dari suami mengenai proses/progress selama mengikuti kelas bunda cekatan adalah Perubahan yang terjadi terutama terkait dengan sikap hidup keseharian, lebih bersahaja, tangguh dan lebih sabar.

Feed back dari Mentor setelah memberikan gambaran dan cerita secara runut sejak jumat sampai selasa adalah wahh keren banget udah ini.

Saya benar-benar seneng atas apresiasi mereka  berdua mengenai progress selama mengikuti mentorship ini.

2 pekan lagi harus lebih semangat untuk melaksanakan action plan dengan manajemen waktu yang lebih tertata lagi.


#jurnalke6
#tahapkupukupu
#buncek1
#instituteibuprofesional

Minggu, 21 Juni 2020

Jurnal Pekan 5 Kupu-Kupu Diskusi Action Plan Yuliana

JURNAL KUPU-KUPU
PEKAN 5


Yuliana

Materi pekan ke 5 ini, kita diminta mengevaluasi progress belajar sudah sampai mana. Melakukan false celebration dan meminta feedback 360* pada orang sekitar.

Istilah-istilah baru juga bermunculan saat materi. Seperti devil advocate dan butterfly effect. Tahapan ini adalah lanjutan dari materi pekan ke 4 yaitu check ini. Mengukur sejauh mana komunikasi kita dengan mentor dan mentee.

Progress belajar dalam 4 pekan di tahap kupu-kupu ini memang kurang maksimal. Masalah yang sama masih belum menjauh dari kehidupan pribadi dan rumah tangga saya. Memang masalah ini sangat mempengaruhi semangat dan keinginan saya untuk meneruskan kelas bunda cekatan.
Terlalu rumit dan pelik untuk diceritakan. Terlalu sulit untuk dicarikan solusinya. Hanya Allah saja tempat meminta jalan keluar untuk masalah ini.

Dan karena ini pulalah, saya merasa bersalah dengan mentor maupun mentee. Kurang maksimalnya membersamai dan belajar di tahap kupu-kupu ini membuat saya seperti setengah hati dalam menuliskan jurnal dan proses mentorshipnya.

Dan ini harus saya akui ke mentor dan mentee dalam FALSE CELEBRATION.

Pekan kemaren, saya memberitahukan ke mentor. Kalo saya membuat jadwal belajar seperti tantangan 30 hari di tahap kepompong. Namun nyatanya saya tidak rutin dan sering bolong dalam memenuhi target harian tersebut.

Ke mentor, saya mengakui semua hambatan yang dialami sehingga progress belajar dalam pekan ini tidak memenuhi target pribadi. Mentor pun juga mengatakan kalo dia juga sedang mengalami kelelahan karena pekerjaannya sebagai desain. 
Kamipun saling support. 
Dan satu yang saya suka dari kata-kata mentor. Bahwa proses belajar CDR atau desain memang berhubungan dengan mood dan jangkanya sangat panjang. Jadi sangat berpengaruh dalam proses belajar. Jangan dipaksakan, akan butuh banyak trial error jika tujuan akhir adalah membangun sebuah percetakan.
Rasanya lega banget mendapat kata penyemangat seperti itu. Saya tak salah memilih mentor dalam proses belajar di tahap kupu-kupu ini.

Untuk mentee,
Sampai jurnal ini saya setorkan belum juga memberitahukan progressnya karena memang belum menonton video  materi Bunda Septi. Jadi saya skip dulu false celebration dengan mentee.




Dan yang ketiga 360* feedback
Mencaritahu kepada orang terdekat apa penilaian mereka terhadap proses dan progress belajar saya di kelas bunda cekatan dan di tahap kupu-kupu ini. Apa saya masih terlihat antusias atau malah kehilangan gairah belajar.

Dan disinilah kita akan bertemu dengan devil advocate tersebut. Karena tidak semua orang akan memberikan feedback yang positif, dengan kata-kata asertif dan belajar memahami komunikasi produktif. Jadi harus siapkan mental terlebih dahulu. Atau sebelum meminta pendapat orang lain. Pastikan yang lebih dulu adalah orang-orang yang bisa memberikan apresiasi terhadap kita baru ke yang lain.

Dan yang pertama saya tanyakan adalah suami, respon suami. Saya harus tetap semangat meneruskan kelas sampai selesai. Tetap percaya diri dan belajar yang diinginkan.

Feedback anak-anak, mereka bilang, saya selalu rajin belajar. 

Feedback sodara, dia suka dengan desain logo dan stempel yang saya buatkan untuk usaha jahitnya.

Feedback dari teman-teman sosmed, ada yang bilang saya adalah pribadi yang teratur, terstruktur, terjadwal, punya tujuan jelas, multi talenta dan religious. MasyaAllah diberi apresiasi dari teman SMP yang hanya terhubung melalui sosmed karena membaca dan mengikuti sosmed saya.

Membaca apresiasi dari teman seperti itu. Membuat semangat yang down merasa tercerahkan kembali. Berangsur kepedean yang sempat hilang 3 bulan ini mulai bangkit. Dan saya pun siap melangkah di tahap kupu-kupu ini dengan membuat action plan yang sudah dibuat. Plus membuat action plan lainnya juga.


#jurnalke5
#tahapkupukupu
#buncek1
#instituteibuprofesional



Minggu, 14 Juni 2020

Jurnal Pekan 4 Kupu-kupu Yuliana Check In

JURNAL KUPU-KUPU
PEKAN 4


Yuliana

Alhamdulillah saya masih bertahan sampai pekan ke 4 ini, meski masalah pribadi masih bergulir dan tambah menguras focus setiap harinya. Namun ada semangat lain yang saya usahakan sekuat tenaga agar tetap bisa meneruskan tahapan ini.

Tahap pekan ke 4 ini, sebagai mentee dan sebagai mentor, kita diminta untuk CHECK IN. Mengevaluasi apakah proses program mentorship selama 4 pekan ini sudah merasa nyaman/tidak satu sama lain.

Be a Homeschooling Mentor
Jujur saya akui sebagai mentor, saya kurang maksimal membersamai mentee,  terlepas mentee saya juga sedang mengunggu HPL. Sehingga komunikasi kami kurang terbuka sampai pekan ke 4 ini. Saya sudah memberikan jadwal kapan saya bisa aktif untuk dihubungi yaitu antara jam 13.00 – 16.00 Wib. Minimal diskusi 15 menit sepekan. 
Mengenai prioritas, sampai jurnal ini saya setorkan pun mentee belum menonton video Bunda Septi sehingga diskusi kami belum bisa maksimal. Baik mengenai kendala atau perkembangan mentership ini.

Informasi terakhir yang disampaikan mentee, beliau baru mengikuti webinar mengenai Homeschooling. 

Be a  Design Grafis Mentee
Berbeda sebagai mentee, saya masih bisa belajar focus karena disini ada tujuan, skala prioritas dan rencana belajar yang sudah dibuat pekan kemaren. Dan rencana belajar itupun sudah disetujui oleh mentor. 

Meski kurang focus, saya masih bisa memenuhi target harian saya dengan belajar minimal 2 jam sehari untuk latihan Re Desain menggunakan aplikasi Coreldraw X7. 

Dan mentor pun, selalu cepat dalam membalas tiap pertanyaan saya seputar kendala memahami aplikasi saat praktik. 

Dan mulai pekan ini, saya menjadwalkan latihan re desainnya setiap selesai sholat subuh. Karena pada jam itu laptop belum ada yang menggunakan karena anak-anak masih tidur. Dan saya sudah pula memberitahukan ke mentor mengenai jadwal tersebut.

Dan mengenai waktu mentorship, mentor sudah memberikan waktunya kapan aja untuk dikontak melalui whatapps saat butuh masukan. Dan saya pun setuju sekali ide ini.

Berikut hasil belajar Re desain pekan ini:




#jurnalke4
#tahapkupukupu
#buncek1
#instituteibuprofesional



Jumat, 05 Juni 2020

Jurnal Pekan 3 Kupu-kupu Yuliana

JURNAL KUPU-KUPU
PEKAN 3


Yuliana



Setelah 2 pekan libur dari kegiatan belajar, rasa meger itu tetap menggelayuti. Apalagi saya sejak libur jarang banget praktek keterampilan yang ingin  dikuasai. Jadinya rada kagok juga saat memulai lagi.

Menonton video ibu Septi baik saat materi dan diskusi sempat kehilangan bersemangat. Memang karena saya juga masih bergelut dengan masalah pribadi yang sangat menguras emosi dan kewarasan. Namun berkat suami terus memberi izin untuk tetap melanjutkan proses belajar ditengah keinginan untuk mundur selalu saja menggoda. 

Saya seperti sudah kehilangan gairah untuk melanjutkan kelas. Sampai-sampai saya sudah ingin menghilang gairah untuk belajar. Ingin tenggelam aja dengan perasaan sekarang ini.

Berat memang apa yang sedang saya hadapi. Namun bersabar tentu harus diambil demi kebaikan semuanya. Terlebih tujuan dari proses belajar keterampilan ini kelak akan sangat berguna buat saya untuk mandiri dan tidak bergantung serta diremehkan oleh orang lain lagi.

Alhamdulillah saya memiliki mentor yang selalu siap mendukung dan membuat saya melupakan sedikit masalah ini. 

Dan saya pun sudah merumuskan rencana untuk tahapan belajar kali ini. Masih belum mendapat respon dari mentor sih. Mungkin masih terbawa suasana syawalan jadi mager. Begitu juga mentee belum ada tanggapan juga. Kemungkinan juga karena sedang hamil ke 4 jadi fokusnya masih bercabang-cabang.





#jurnalke3
#tahapkupukupu
#buncek1
#instituteibuprofesional