Jurnal Puasa
Pekan ke 3
Yuliana
Awalnya saya ingin melanjutkan tema puasa pekan ke 2 kemaren karena dirasa sudah mulai menjadi kebiasaan di rumah bersama anak-anak dan ini harus tetap dilanjutkan. Namun sepertinya saya kembali berubah pikiran di detik terakhir pemilihan tema puasa hari ini.
Pekan ke 3 ini, saya memilih tema puasa Manajemen Emosi.
Kenapa?
Pekan ini, saya mengalami gejolak emosi dan perasaan yang tidak stabil meski masih bisa mengontrol di hadapan anak-anak. Saya pun masih bisa menyelesaikan semua tugas jurnal 1-2 hari sebelum deadline. Dan masih bisa melakukan aktivitas rutin lainnya. Namun saya ingin tetap bisa menjaga kewarasan. Sehingga tidak akan berdampak dalam jangka panjang baik buat pribadi dan anak-anak.
Masalah ini sebenarnya adalah masalah pribadi saya berkaitan dengan masalah pernikahan dan rumah tangga. Alhamdulillah akhir Maret tadi tepat usia pertunangan saya dan suami yang ke 16 tahun dan 2 pekan lagi tepat pula 16 tahun usia pernikahan kami. Disinilah masalahnya timbul, emosi saya tidak stabil di bulan-bulan ini.
Susah diceritakan disini, namun masalah tersebut sebenarnya sudah diselesaikan dengan baik-baik dan sudah pula berkomunikasi dari hati ke hati. Namun saya tetap ingin mengambil tema puasa ini untuk mengukur sejauh mana bisa mengendalikan emosi dan kewarasan. Karena jujur aja, memang butuh waktu untuk melupakan dan saya harap dengan puasa ini bisa lebih dewasa dan bijak bersikap demi bahagia yang inginkan bersama.
Nilai saya jika
Excellent : komunikasi produktif baik ke suami dan anak-anak dan selesai di hari yang sama
Very good: berkomunikasi dengan bahasa baik, menunda sampai esok hari
Satisfaction : diam baik di wa ataupun saat bicara langsung dengan suami dan anak-anak.
Need improvement : marah, menyindir, diam tanpa menoleh, mengurung diri di kamar, menyakiti diri sendiri atau berteriak.
Day 1
Dari pagi hingga siang, saya merasa hari ini akan baik-baik aja. Namun tetiba anak ke 3 lagi bongkar-bongkar barang suami. Dan akhirnya saya pun ikut membereskan semuanya. Dan ketemulah sesuatu yang langsung membuat hati saya berubah drastis. Saya langsung mengurung diri di kamar dan tidak mengeluarkan satu katapun ke anak-anak. Dan emosi hari ini benar-benar tidak stabil dan penuh amarah. Saya gagal mengelola emosi jiwa dan fisik. Yang ada hanya emosi spiritual aja yang mengontrol mulut, perilaku dan behavior saya agar tidak lepas kendali dan menjadi gila.
Saya gagal dan nilai hari ini need improvement
Day 2
Sejak tadi malam hingga subuh, saya berkomunikasi dari hati-ke hati menggunakan komunikasi produktif dan menjaga intonasi dan eye contact. Saya sudah memperoleh jawaban jujur dan terbuka. Saya lega namun kenyataan pahit ini harus diterima. Saya ikhlas dan ridho dengan takdir yang tak pernah diduga sebelumnya. Indikasinya memang ada dalam sebulan ini namun ini beda lagi ceritanya. Alhamdulillah emosi saya sudah mulai mereda. Saya sudah bisa menempatkan posisi diri dimana. Tinggal penyelesaian di pihak lainnya saja lagi. Namun saya sudah mengambil keputusan yang memang tidak mudah dan ini akan mengubah masa depan kami semua. Nilai hari ini satisfaction
Day 3
Hari ini masih membahas mengenai masalah yang sama. Masih meminta kejujuran dari suami akan masalah yang kami hadapi. Saya lebih tenang, berusaha selalu membicarakan apa saja dengan suami. Apa maunya? Apa kekurangan saya? Dan hal-hal yang bisa membuatnya sempat teralihkan. Komunikasi dengan anak-anakpun biasa aja. Nilai hari ini excellent
Day 4
Hari ini adalah ulangtahun putra sulung saya yang ke 15 tahun. Memang tak ada perayaan termasuk kue ulangtahun. Kami sudah menghilangkan tradisi itu sejak 5 tahun yang lalu. Tradisi yang masih dipertahankan ialah memberi hadiah sebagai penyemangat saja. Dan putra saya hanya meminta kouta hape sebagai hadiah ulangtahunnya. Alhamdulillah hari ini happy lah seharian. Jadi excellent sebagai nilai saya hari ini.
Day 5
Karena suami sedang pergi ke gunung tepatnya ke kampung kelahirannya untuk menyelesaikan urusan yang berkaitan dengan masalah yang kami hadapi. Jadi saya sedikit gelisah menunggu hasilnya. Apakah suami akhirnya berani menyelesaikan masalahnya disana? Sayangnya di gunung tidak ada sinyal jadi saya tidak tahu kabar berikutnya. Karena gelisahini, saya lebih banyak di dalam kamar. Dan tidak bermain dengan anak-anak. Nilai hari ini adalah very good.
Day 6
Kabar masih belum saya terima. Apakah suami sudah membicarakan atau malah belum berbuat apa-apa karena sinyal tidak ada disana. Kegelisahan memuncak siang ini. Saya jadi tidak focus saat anak-anak mengajak bicara di waktu makan siang bersama. Saya sedikit bersuara nyaring. Kemudian juga saat makan malam, saat anak-anak kembali berulah dihadapan makanan mereka. Saya kembali berteriak. Nilai saya hari ini need improvement.
Day 7
Sedikit lega setelah mendapat penjelasan mengenai solusi sementara yang akan dilaksanakan beberapa hari ini. Dalam jangka waktu 1-2 hari akan ada pertemuan untuk penyelesaian tahap pertama. Kemudian akan disusul dengan tahapan yang akan menentukan apakah kami akan menerima keputusan yang terbaik untuk semua pihak. Tantangan kehidupan ini benar-benar menuntut kedewasaan semua pihak. Termasuk anak-anak yang tentunya akan sangat berdampak buat fisik dan psikis mereka. Nilai emosi saya hari ini adalah Very good
#janganlupabahagia
#jurnalpuasamingguke-3
#materi2
#Kelaskepompong
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#instituteibuprofesional