Minggu, 26 April 2020

Aliran Rasa Kepompong

Aliran Rasa
Tahap Kepompong

Yuliana

Alhamdulillah akhirnya berkesempatan juga untuk menuliskan aliran rasa selama berada di tahap kepompong kemaren.

Selama sebulan kemaren, banyak peristiwa yang sudah terjadi yang sempat membuat saya ingin menyerah dan menunda untuk mengikuti kelas bunda cekatan sampai selesai.

Di tahap kepompong kemaren, saya memilih 3 tema untuk 4 jurnal. Puasa pekan pertama saya memilih tema 7 Days Sosmed Detox.  Saya menjalankan puasa tersebut karena kebutuhan social media terlalu menyita waktu. Jadi saya butuh puasa tersebut. Selama puasa ada 2 kali memperoleh badge merah. 

Di pekan ke 2 saya memilih tema Turn Back Home sebagai puasanya. Mengingat keseringan saya lupa untuk menghentikan aktivitas yang disukai seperti berada di depan laptop. Sehingga beberapa tugas di sore hari terabaikan. Nah. Saat puasa ini sangat seru karena harus melibatkan anak-anak dan suami untuk melaksanakannya.

Pekan ke 3 dan 4 saya memilih teman manajemen emosi karena berkaitan dengan apa yang sedang terjadi di kehidupan rumah tangga. Saya tak bisa menceritakan banyak disini. Intinya saya masih berjuang untuk memanajemen hati, perasaan, pikiran dan sikap saya untuk menghadapi tantangan ini.
Masalah ini pun masih bergulir dan masih banyak menyita keseharian dan emosi. Terus berusaha untuk menjalani dengan kesadaran tinggi bahwa ini bagian dari takdir Ilahi untuk kami lalui di usia 16 tahun pernikahan.

Dan Alhamdulillah lagi, dari  berbagai tantangan seperti ; sempat kouta habis, sinyal putus-putus, covid 19 yang kian serius di kabupaten saya karena termasuk red zone, plus masalah pribadi yang sangat serius. Saya akhirnya mampu menyelesaikan tantangan berturut-turut menyetor jurnal 30 hari tahap kepompong dan 4 jurnal tepat waktu.

Semoga apa yang sudah dipuasakan dan dikerjakan di tahap kepompong ini, akan menambah jam terbang dan memantaskan diri untuk bisa mengupgrade diri untuk meningkatkan limit diri.

#aliranrasatahapkepompong
#buncek1
#instituteibuprofesional



Selasa, 21 April 2020

Jurnal Puasa Pekan 4

Jurnal Puasa

Pekan 4

Yuliana

Alhamdulillah sampai dengan puasa pekan ke 4. Pekan ini saya masih melanjutkan tema puasa pekan ke 3 yaitu manajemen emosi.
Kenapa?
Karena tantangan yang saya hadapi di pekan ke 4 ini akans emakin berat untuk pengendalian emosinya. Saya butuh puasa ini agar tetap dalam track. 

Tantangan yang saya hadapi dalam bulan ini meamng sungguh pelik dan butuh kedewasaan untuk bisa melewatinya. Bukan saya sendiri namun juga seluruh anggota keluarga. 

Katagori nilai masih sama seperti pekan kemaren.

DAY 1
Kebetulan hari ini saya mengalami masuk angin di leher yang membuat susah bergerak dan terasa berat. Menoleh dan melakukan aktivitas rutinpun tertunda. Alhamdulillah untuk tantangan 30 hari kepompong, sudah saya kerjakan untuk 4 hari ke depan. Jadi saat sakit begini saya tidak ketinggalan deadline. 

Nah, karena sakit inilah beberapa kegiatan dan tugas terpaksa meminta anak-anak mengerjakannya untuk saya. Seperti membereskan mainan setelah mereka bermain, selalu menjaga lantai bersih, menyediakan makan, dan membereskan setelah makannya. 
Namun ada saja yang membuat saya akhirnya kesal hari ini, anak-anak pada berisik saat mandi, suami yang tidak kunjung aktif wa nya, token listrik habis sehingga tidak bisa nyolok air dan masak nasi. 

Akhirnya saya pun sedikit berteriak dan meminta tolong mereka untuk bekerjasama, hemat air di kamar mandi,  bersabar saat kipas angin dan laptop belum bisa dinyalakan

Nilai saya hari ini need improvement

Day 2

Seharian menunggu sinyal aktif dari suami membuat saya uring-uringan. Dan setelah aktif malah suami masih akan mengunjungi daerah lainnya dan tidak jadi balik hari ini. Tambah uring-uringan lagi sayanya. Ingin bicara banyak namun terkendala sinyal yang timbul tenggelam. Jadilah apa yang ingin dibicarakan tertunda keesokan harinya. Dan nilai saya hari ini very good

Day 3
Pagi-pagi saya menerima videocall dari suami bahwa akan pulang hari ini. Dan akan mengenalkan seseorang kepada saya dan anak-anak. Tentu saja saya senang karena ini adalah bagian dari solusi yang akan ditempuh suami untuk masalah rumah tangga kami beberapa pekan ini.  Setelah dipertemukan ternyata tidak semenakutkan pikiran saya. Anak-anak juga menerima dengan terbuka orang tersebut. Dan akhirnya saya juga bisa ngobrol dan nyambung sepanjang perjalanan saat mengantarnya pulang. Pe er kami bersama tinggal menyelesaikan satu hal lagi dan ini memang butuh persiapan dan keberanian untuk menghadapinya. Namun saya  dan suami sudah siap. Apapaun resikonya nanti. Nilai saya excellent.

Day 4
Ketenangan semakin hari semakin saya rasakan di dalam pikiran. Kecemasan dan keraguan akan kejujurannya sedikit demi sedikit mulai menghilang. Saya tidak paranoid lagi, tidak mengecek apapun lagi. Dan kami malah lebih inten berkomunikasi setiap saat untuk mencari solusi terbaik buat semua pihak. Ini adalah bagian dari takdir dalam perjalanan kehidupan kami sekeluarga. Anak-anakpun secara sadar mulai keliatan kedewasaan mereka. Bersyukur memiliki anak-anak yang sudah baliqh yang ternyata meraka pun sudah aqil dalam menghadapi masalah ini.
Nilai saya excelent



#janganlupabahagia
#jurnalpuasamingguke-2
#materi2
#Kelaskepompong
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#instituteibuprofesional

Minggu, 19 April 2020

Day 30 Tantangan 30 Hari Kepompong

30 Days Kepompong Challenge
Printable Planner Design


Day 30 
Yuliana 

Daily Self Development List

Setiap apa yang sudah dikerjakan dan dicapai tentu harus punya catatannya.  Agar kita bisa melacak dan mereview apa aja yang menjadi titik kekuatan dan kelemahan.

Jadi setiap apa aja yang saya kerjakan atau mau dikerjakan selain memiliki daily activites listnya juga ada Daily Self Development List nya. 

Perkembangan sekecil apapun adalah pencapaian yang harus direkam. Tak mesti yang besar aja. 

Biasanya saya membuat list ini untuk melihat sejauh mana telah mengerti, paham dengan ilmu dan keterampilan yang baru dipelajari. 

Praktek akan membuat kita  bisa memaknai proses belajar yang sesungguhnya. Teori memang penting. Namun tanpa dipraktekkan maka ilmu tersebut belum terikat kuat di alam bawah sadar.

Berikut listnya




#tantangan30hari
#Kelaskepompong
#bundacekatan
#instituteibuprofesional


Day 29 Tantangan 30 Hari Kepompong

30 Days Kepompong Challenge
Printable Planner Design


Day 29 
Yuliana 

Receipt To Try

Beberapa bulan yang lalu, sebelum ikut di kelas bunda cekatan. Saya sedang menyoba beberapa resep masakan. Baik kue, roti dan masakan harian. Tujuannya agar saya punya kemampuan dasar untuk mengolah makanan di rumah untuk disajikan ke anak-anak. Bahkan sudah memikirkan rencana untuk punya sebuah catering untuk usaha.

Jadi mulai mengumpulkan resep masakan, belajar mengenai pengololaan usaha, cara menghitung harga produk, gaji karyawan bahkan laba jika pun nanti terwujud.

Nah, untuk itu saya membuat listnya. Apa aja yang akan dicoba dan dipraktekkan. Supaya apa? Agar saya mengetahui apa saja kemajuan dan kekurangand alam pembelajaran masakan tersebut.

Berikut list resep yang sudah pernah dicoba


#tantangan30hari
#Kelaskepompong
#bundacekatan
#instituteibuprofesional

Kamis, 16 April 2020

Day 28 Tantangan 30 Hari Kepompong

30 Days Kepompong Challenge
Printable Planner Design


Day 27 
Yuliana 

Kitchen Inventory

Sebentar lagi kita memasuki bulan puasa, meski di tengah wabah dan #stayathome digencarkan karena pasien positif makin bertambah. Namun optimis dan positif thingking kita tetap harus bisa kita kendalikan.

Karena sekarang keluar rumah itu bisa berisiko jadi mengurangi aktivitas di luar rumah adalah jalan terbaik. Dan untuk keperluan seperti ke pasar, ke warung atau ke mini market terdekat untuk memenuhi kebutuhan harian di rumah. Harus direncanakan semaksimal mungkin.

Seperti membuat jadwal ke pasar berapa kali sebulan dan lain-lain.nah, biasanya ke pasar tentu selain membeli lauk dan sayuran juga membeli berbagai bumbu dan rempah yang diperlukanuntuk membuat masakan. Untungnya kebanyakan rempah and bumbu ini tahan lama. Jadi bisa kita simpan dalam jangka waktu lama juga. Tentunya dengan perencanaan pula.

Nah, saya pun akhirnya membuat printable kitchen inventory untuk memantau persediaan bumbu dan rempah di dapur agar tidak berulagn kali ke luar rumah.

Ini dia printable kitchen inventory nya


#tantangan30hari
#Kelaskepompong
#bundacekatan
#instituteibuprofesional

Day 27 Tantangan 30 Hari Kepompong

30 Days Kepompong Challenge
Printable Planner Design


Day 27 
Yuliana 

CHANNEL YOUTUBE ‘ANIMASI BELAJAR ANAK’

Kali ini saya mau berbagi tontonan yang bermanfaat buat anak yang bisa kita cari di youtube. Channel-channel ini sudah sering ditonton anak-anak. Apalagi sekarang anak-anak kelbali diperpanjang masa libur covid nya. Daripada bingung mereka mau nonton apa yang kita tak tau apakah itu baik buat mereka atau tidak. Lebih baik suguhkan tontonan yang bermanfaat. Dengan catatan tetap dipakai batasan dalam menggunakan gadget dan screen time nya.

Jangan lupa dampingi saat anak menonton, agar orangtua juga tau apa yang menjadi tontonan mereka.

Berikut daftarnya


#tantangan30hari
#Kelaskepompong
#bundacekatan
#instituteibuprofesional

Day 26 Tantangan 30 Hari Kepompong

30 Days Kepompong Challenge
Printable Planner Design


Day 26 
Yuliana 

After July Goal

Saya punya beberapa rencana untuk bisa berbagi dalam projek Alfayda Sharing setelah kelas bunda cekatan berakhir. Planning saya untuk sementara menunda dulu melanjutkan kelas bunda produktif jika pun harus dilaksanakan dalam tahun 2020 ini juga.

Saya ingin fokus belajar dan menata schedule untuk bisa berbagi. Sekarang ada sih yang ingin dikerjakan karena sebuah tawaran dari teman ummahat untuk mengisi home sharing.

Namun karena bakal ada perubahan goal yang direncakan suami untuk kami sekeluarga. Jadi goal saya ini akan tetap dilaksanakan hanya saja beda tempat.

Inginnya sih tetap bisa bermanfaat buat sekitar dimana pun saya berada. Nah, untuk itu saya sudah menuliskan beberapa rencana di after July goal.

Berikut printablenya




#tantangan30hari
#Kelaskepompong
#bundacekatan
#instituteibuprofesional


Day 25 Tantangan 30 Hari Kepompong

30 Days Kepompong Challenge
Printable Planner Design


Day 25 
Yuliana 
Family Goal
Beberapa hari yang lalu suami memaparkan beberapa goal yang ingin dilaksanakan dalam beberapa bulan kedepan. Saya pun menyetujuinya dan mulai merancang sebuah daftar untuk memeperlancar kegiatan dan goal tersebut.

Goal yang direncanakan suami ini memang tak pernah saya dengar sebelumnya dari suami. Berkali-kali pindah domisili akhirnya beliau ingin mengajak kami untuk tinggal di kampong halamannya. Yang tentu saja jauh dari hiruk pikuk kota ditambah disana tidak ada sinyal internet.

Sempat kaget akan rencana ini. Namun sebagai istri dan anak-anak, kami pun akan menyetujui semua rencana beliau.

Berikut family goal yang akan dikerjakan


#tantangan30hari
#Kelaskepompong
#bundacekatan
#instituteibuprofesional

Selasa, 14 April 2020

Jurnal Puasa Pekan 3 Yuliana

Jurnal Puasa
Pekan ke 3

Yuliana

Awalnya saya ingin melanjutkan tema puasa pekan ke 2 kemaren karena dirasa sudah mulai menjadi kebiasaan di rumah bersama anak-anak dan ini harus tetap dilanjutkan. Namun sepertinya saya kembali berubah pikiran di detik terakhir pemilihan tema puasa hari ini.

Pekan ke 3 ini, saya memilih tema puasa Manajemen Emosi. 

Kenapa?
Pekan ini, saya mengalami gejolak emosi  dan perasaan yang tidak stabil meski masih bisa mengontrol di hadapan anak-anak. Saya pun masih bisa menyelesaikan semua tugas jurnal 1-2 hari sebelum deadline. Dan masih bisa melakukan aktivitas rutin lainnya. Namun saya ingin tetap bisa menjaga kewarasan. Sehingga  tidak akan berdampak dalam jangka panjang baik buat pribadi dan anak-anak.

Masalah ini sebenarnya adalah masalah pribadi saya berkaitan dengan masalah pernikahan dan rumah tangga. Alhamdulillah akhir Maret tadi tepat usia pertunangan saya dan suami yang ke 16 tahun dan 2 pekan lagi tepat pula 16 tahun usia pernikahan kami. Disinilah masalahnya timbul,  emosi saya tidak stabil di bulan-bulan ini.

Susah diceritakan disini, namun masalah tersebut sebenarnya sudah diselesaikan dengan baik-baik dan sudah pula berkomunikasi dari hati ke hati. Namun saya tetap ingin mengambil tema puasa ini untuk mengukur sejauh mana bisa mengendalikan emosi dan kewarasan. Karena jujur aja, memang butuh waktu untuk melupakan dan saya harap dengan puasa ini  bisa lebih dewasa dan bijak bersikap demi bahagia yang inginkan bersama.

Nilai saya jika
Excellent : komunikasi produktif baik ke suami dan anak-anak dan selesai di hari yang sama
Very good: berkomunikasi dengan bahasa baik, menunda sampai esok hari
Satisfaction : diam baik di wa ataupun saat bicara langsung dengan suami dan anak-anak.
Need improvement : marah, menyindir, diam tanpa menoleh, mengurung diri di kamar, menyakiti diri sendiri atau berteriak.

Day 1
Dari pagi hingga siang, saya merasa hari ini akan baik-baik aja. Namun tetiba anak ke 3 lagi bongkar-bongkar barang suami. Dan akhirnya saya pun ikut membereskan semuanya. Dan ketemulah sesuatu yang langsung membuat hati saya berubah drastis. Saya langsung mengurung diri di kamar dan tidak mengeluarkan satu katapun ke anak-anak. Dan emosi hari ini benar-benar tidak stabil dan penuh amarah. Saya gagal mengelola emosi jiwa dan fisik. Yang ada hanya emosi spiritual aja yang mengontrol mulut, perilaku dan behavior saya agar tidak lepas kendali dan menjadi gila.
Saya gagal dan nilai hari ini need improvement

Day 2
Sejak tadi malam hingga subuh, saya berkomunikasi dari hati-ke hati menggunakan komunikasi produktif dan menjaga intonasi dan eye contact. Saya sudah memperoleh jawaban jujur dan terbuka. Saya lega namun kenyataan pahit ini harus  diterima. Saya ikhlas dan ridho dengan takdir yang tak pernah diduga sebelumnya. Indikasinya memang ada dalam sebulan ini namun ini beda lagi ceritanya. Alhamdulillah emosi saya sudah mulai mereda. Saya sudah bisa menempatkan posisi diri dimana. Tinggal penyelesaian di pihak lainnya saja lagi. Namun saya sudah mengambil keputusan yang memang tidak mudah dan  ini akan mengubah masa depan kami semua. Nilai hari ini satisfaction

Day 3
Hari ini masih membahas mengenai masalah yang sama. Masih meminta kejujuran dari suami akan masalah yang kami hadapi. Saya lebih tenang, berusaha selalu membicarakan apa saja dengan suami. Apa maunya? Apa kekurangan saya? Dan hal-hal yang bisa membuatnya sempat teralihkan. Komunikasi dengan anak-anakpun biasa aja. Nilai hari ini excellent

Day 4
Hari ini adalah ulangtahun putra sulung saya yang ke 15 tahun. Memang tak ada perayaan termasuk kue ulangtahun. Kami sudah menghilangkan tradisi itu sejak 5 tahun yang lalu. Tradisi yang masih dipertahankan ialah memberi hadiah sebagai penyemangat saja. Dan putra saya hanya meminta kouta hape  sebagai hadiah ulangtahunnya. Alhamdulillah hari ini happy lah seharian. Jadi excellent sebagai nilai saya hari ini.

Day 5
Karena suami sedang pergi ke gunung tepatnya ke kampung kelahirannya untuk menyelesaikan urusan yang berkaitan dengan masalah yang kami hadapi. Jadi saya sedikit gelisah menunggu hasilnya. Apakah suami akhirnya berani menyelesaikan masalahnya disana? Sayangnya di gunung tidak ada sinyal jadi saya tidak tahu kabar berikutnya. Karena gelisahini,  saya lebih banyak di dalam kamar. Dan tidak bermain dengan anak-anak. Nilai hari ini adalah very good.

Day 6
Kabar masih belum saya terima. Apakah suami sudah membicarakan atau malah belum berbuat apa-apa karena sinyal tidak ada disana. Kegelisahan memuncak siang ini. Saya jadi tidak focus saat anak-anak mengajak bicara di waktu makan siang bersama. Saya sedikit bersuara nyaring. Kemudian juga saat makan malam, saat anak-anak kembali berulah dihadapan makanan mereka. Saya kembali berteriak. Nilai saya hari ini need improvement.

Day 7
Sedikit lega setelah mendapat penjelasan mengenai solusi sementara yang akan dilaksanakan beberapa hari ini. Dalam jangka waktu 1-2 hari akan ada pertemuan untuk penyelesaian tahap pertama. Kemudian akan disusul dengan tahapan yang akan menentukan apakah kami akan menerima keputusan yang terbaik untuk semua pihak. Tantangan kehidupan ini benar-benar menuntut kedewasaan semua pihak. Termasuk anak-anak yang tentunya akan sangat berdampak buat fisik dan psikis mereka. Nilai emosi saya hari ini adalah Very good


#janganlupabahagia
#jurnalpuasamingguke-3
#materi2
#Kelaskepompong
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#instituteibuprofesional

Day 24 Tantangan 30 Hari Kepompong

30 Days Kepompong Challenge
Printable Planner Design


Day 24 
Yuliana 
22   Permainan Jadul

Selama masa #dirumahaja ini terus diperpanjang. Meski sebenarnya secara keseharian anak-anak tidak berpengaruh banyak pada aktivitas hariannya. Karena anak-anak memang sudah homeschooling sejak 5 tahun yang lalu. Namun tetap kejenuhan karena diharuskan beraktivitas di dalam rumah lebih banyak daripada di luar rumah membuat anak-anak sesekali jenuh.

Nah, untuk membuat anak-anak tetap ceria dan seru tiap harinya. Saya coba memberikan alternative permainan jadul sebagai sarana atau bahan belajar mereka.

Di bawah ini, ada 22 jenis permainan jadul yang bisa dimainkan bersama di rumah dan halaman rumah.



Day 23 Tantangan 30 Hari Kepompong

30 Days Kepompong Challenge
Printable Planner Design


Day 23 
Yuliana 

7 Hari Iftar Simple

Kemaren saya bikin menu simple 7 hari untuk sahur. Kali ini saya buat menu 7 hari untuk iftar (berbuka puasa). Supaya tidak terlalu repot saat buka puasa nanti.

Saya termasuk tidak begitu suka makanan yang dihangatkan. Saya suka fresh. Jadi porsi sayur/lauk memang dipersiapkan hanya untuk satu kali waktu makan aja. Menu ini hanya makanan cadangan jika ramadan ini tidak ada iftar bersama di mesjid-mesjid seperti ramadan lalu.

Sebenarnya saya kangen bisa safari iftar seperti tahun lalu. Namun lagi-lagi wabah ini mengubah semua sendi kehidupan yang kita anggap normal dulu.








Senin, 13 April 2020

Day 22 Tantangan 30 Hari Kepompong

30 Days Kepompong Challenge
Printable Planner Design


Day 22 
Yuliana 
7 Hari Sahur Simple

Tak terasa sebentar lagi bulan puasa. Selain persiapan kegiatan anak-anak. Saya juga mulai mempersiapkan menu apa saja yang akan dihadirkan saat ramadan nanti.

Nah, dikarenakan sekarang wabah covid 19 masih belum hilang bahkan  kabupaten tempat domisili saya pun termasuk zona merah. Jadilah agak susah untuk keluar rumah tanpa pengaman maksimal paling tidak menggunakan masker.

Alhamdulillah selama ini, kebanyakan yang belanja bulanan dan keperluan lainnya hanya suami yang melakukannya. Jadi hanya beliaulah yang keluar masuk di rumah kami. Apalagi sekarang semakin harus meminimalisir keinginan keluar rumah meskipun hanya ke warung dekat rumah aja.

Jadi, saya buat jadwal 7 hari sahur simple ini karena tidak terlalu merepotkan suami dengan berbagai permintaan di tengah kewajibannya yang lain yaitu bekerja.

Inilah 7 Hari menu sahur untuk Ramadan nanti. 

#tantangan30hari
#Kelaskepompong
#bundacekatan
#instituteibuprofesional



Jumat, 10 April 2020

Day 21 Tantangan 30 Kepompong

30 Days Kepompong Challenge
Printable Planner Design


Day 21
Yuliana 

Family Personal Health Info

Di saat kondisi seperti sekarang, perlu sekali memiliki data detail kesehatan anggota keluarga. Siapa tau dibutuhkan. 

Dan saya memang biasa mencatatkannya dibuku khusus. Namun tidak semua anggota di rumah tahu mengenai buku tersebut. Jadi dibikinkan printable ini agar memudahkan aja



#tantangan30hari
#Kelaskepompong
#bundacekatan
#instituteibuprofesional

Day 20 Tantangan 30 Kepompong

30 Days Kepompong Challenge
Printable Planner Design


Day 20 
Yuliana 

Family Personal Info

Karena dirasa sangat penting memiliki data personal tiap anggota keluarga secara tercatat agar semua anggota keluarga mengetahuinya secara detail dan akurat.

Selama ini saya memang mencatatkannya di handbook tapi belum detail semua masih tercerai berai.  

Jadi saya bikinlah printable agar memudahkan pencatatan dan diliat oleh semua keluarga di rumah dengan menempelkannya di dinding rumah.



#tantangan30hari
#Kelaskepompong
#bundacekatan
#instituteibuprofesional