Selasa, 21 April 2020

Jurnal Puasa Pekan 4

Jurnal Puasa

Pekan 4

Yuliana

Alhamdulillah sampai dengan puasa pekan ke 4. Pekan ini saya masih melanjutkan tema puasa pekan ke 3 yaitu manajemen emosi.
Kenapa?
Karena tantangan yang saya hadapi di pekan ke 4 ini akans emakin berat untuk pengendalian emosinya. Saya butuh puasa ini agar tetap dalam track. 

Tantangan yang saya hadapi dalam bulan ini meamng sungguh pelik dan butuh kedewasaan untuk bisa melewatinya. Bukan saya sendiri namun juga seluruh anggota keluarga. 

Katagori nilai masih sama seperti pekan kemaren.

DAY 1
Kebetulan hari ini saya mengalami masuk angin di leher yang membuat susah bergerak dan terasa berat. Menoleh dan melakukan aktivitas rutinpun tertunda. Alhamdulillah untuk tantangan 30 hari kepompong, sudah saya kerjakan untuk 4 hari ke depan. Jadi saat sakit begini saya tidak ketinggalan deadline. 

Nah, karena sakit inilah beberapa kegiatan dan tugas terpaksa meminta anak-anak mengerjakannya untuk saya. Seperti membereskan mainan setelah mereka bermain, selalu menjaga lantai bersih, menyediakan makan, dan membereskan setelah makannya. 
Namun ada saja yang membuat saya akhirnya kesal hari ini, anak-anak pada berisik saat mandi, suami yang tidak kunjung aktif wa nya, token listrik habis sehingga tidak bisa nyolok air dan masak nasi. 

Akhirnya saya pun sedikit berteriak dan meminta tolong mereka untuk bekerjasama, hemat air di kamar mandi,  bersabar saat kipas angin dan laptop belum bisa dinyalakan

Nilai saya hari ini need improvement

Day 2

Seharian menunggu sinyal aktif dari suami membuat saya uring-uringan. Dan setelah aktif malah suami masih akan mengunjungi daerah lainnya dan tidak jadi balik hari ini. Tambah uring-uringan lagi sayanya. Ingin bicara banyak namun terkendala sinyal yang timbul tenggelam. Jadilah apa yang ingin dibicarakan tertunda keesokan harinya. Dan nilai saya hari ini very good

Day 3
Pagi-pagi saya menerima videocall dari suami bahwa akan pulang hari ini. Dan akan mengenalkan seseorang kepada saya dan anak-anak. Tentu saja saya senang karena ini adalah bagian dari solusi yang akan ditempuh suami untuk masalah rumah tangga kami beberapa pekan ini.  Setelah dipertemukan ternyata tidak semenakutkan pikiran saya. Anak-anak juga menerima dengan terbuka orang tersebut. Dan akhirnya saya juga bisa ngobrol dan nyambung sepanjang perjalanan saat mengantarnya pulang. Pe er kami bersama tinggal menyelesaikan satu hal lagi dan ini memang butuh persiapan dan keberanian untuk menghadapinya. Namun saya  dan suami sudah siap. Apapaun resikonya nanti. Nilai saya excellent.

Day 4
Ketenangan semakin hari semakin saya rasakan di dalam pikiran. Kecemasan dan keraguan akan kejujurannya sedikit demi sedikit mulai menghilang. Saya tidak paranoid lagi, tidak mengecek apapun lagi. Dan kami malah lebih inten berkomunikasi setiap saat untuk mencari solusi terbaik buat semua pihak. Ini adalah bagian dari takdir dalam perjalanan kehidupan kami sekeluarga. Anak-anakpun secara sadar mulai keliatan kedewasaan mereka. Bersyukur memiliki anak-anak yang sudah baliqh yang ternyata meraka pun sudah aqil dalam menghadapi masalah ini.
Nilai saya excelent



#janganlupabahagia
#jurnalpuasamingguke-2
#materi2
#Kelaskepompong
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#instituteibuprofesional

Tidak ada komentar:

Posting Komentar