Jurnal Puasa
Pekan 2
Yuliana
3119261082
Alhamdulillah ketemu lagi dengan puasa pekan ke 2. Rencananya saya mau berganti tema. Awalnya sih mau meneruskan tema puasa pekan kemaren yaitu puasa sosmed. Cuma sepertinya saya cukup puas dengan pencapaian pekan kemaren yang lebih banyak excelentnya. Ditambah memang hape juga tambah rusak parah jadi puasa sosmednya akan selalu dilakukan sembari menunggu waktu untuk mengobati kerusakannya nanti. insyaAllah.
Pekan ini saya menemukan satu hal yang tanpa disadari telah menyita keseharian di rumah dan menyita kewarasan juga tentunya. Padahal #janganlupabahagia selalu digaungkan namun ternyata harus dengan puasa inilah akhirnya saya merasakan satu pengganggu itu.
Apa itu?
Pengganggu itu adalah keasyikan saya berkutat dengan berbagai materi belajar dan perencanaan di depan laptop. Jika sudah di dalam kamar dan laptop dinyalakan. Maka ada saja yang akan saya planningkan untuk dikerjakan. Baik itu merapikan file, mengerjakan tugas-tugas kelas bunda cekatan, edit mengedit desain, membuat/menyusun/hunting jadwal belajar anak-anak untuk pekan berikutnya atau bulan berikutnya.
Saya memang suka. Makanya saya lupa waktu sampai mau menjelang maghrib baru sadar kalo belum mandi sore, anak-anak belum mandi sore semua, belum menyiapkan makan malam, menutup jendela rumah, ambil jemuran, bersihkan kamar dan merapikan rumah sebelum suami pulang kerja.
Saya memang sudah bisa mengkandangkan waktu di pagi hari. Jadi setiap jam 9 pagi, semua pekerjaan di dapur dan rumah seperti : cuci baju, siapkan sarapan, nyapu, ngepel lantai, beresin kamar pribadi, mandi dan berbusana pantas. Karena setelah itu waktunya mendampingi ke 2 anak saya yang homeschooling belajar dan bermain. Karena yang sulung 15 tahun saya beri kepercayaan untuk mengatur jadwalnya sendiri. Sedang untuk makan siang, jadwal menu sudah disiapkan yang memang sangat simple tidak butuh waktu lama untuk mengolahnya. Sehingga saya bisa cepat berganti focus.
Dan karena pengganggu inilah saya menjadi suka terburu-buru di sore hari karena tidak mau gelap saat di belakang rumah. Kemudian juga jadi agak menggegas anak-anak untuk cepetan mandi, cepetan berpakaian, menggegas si sulung untuk cuci piring dan memasak nasi karena itu tugasnya di rumah.
Dan yang paling tidak sukanya, karena kebiasaan itulah anak-anak jadi peniru. Mereka jadi merasa tidak apa-apa untuk maen sampai suara mengaji menjelang maghrib di mushola terdengar, mandi malam, nyuci piring malam, dan masak nasi malam sehingga makan malam jadi undur waktunya.
Jadi, saya putuskan pekan ke 2 ini, mau menetapkan jam 5 sore sebagai puasa saya menghentikan segala kegiatan belajar baik offline dan online , buka laptop, buka hape, dan kesenangan lainnya. Layaknya orang bekerja ada jam pulang kerjanya dan kembali ke rumah. Untuk kembali menjadi ibu rumah tangga karena itu tugas utama saya.
Dan puasa ini pun saya bicarakan kepada ke 3 anak-anak di rumah beserta suami. Selain saya juga memasang alarm karena kalo tidak maka bisa lupa akan janji puasa ini.
Katagori nilai
Excellent : jika tepat jam 5 sore, saya langsung melepas hape, laptop dan bergerak tanpa menunda (batas menunda 5 menit), anak2 mau semua segera mandi, dan mengerjakan bagian mereka.
Very good : jika alarm tepat jam 5, saya menunda melepas hape/gadget/kerjaan maximal 10 menit dan hanya 2 anak yang mandi sore
Satisfaction : jika menunda sampai 15 menit, dan menunda mandi, anak hanya 1 yang mau mandi segera. Makan malam belum dipersiapkan
Need improvement : menunda 15 menit, anak-anak saling rebutan mau mandi, makan malam tertunda sampai setelah isya.
Day 1
Hari pertama puasa, sungguh berat. Apalagi saat suami ternyata pulang lebih cepat karena memang kemaren nginep di salah satu desa di gunung. Kebiasaan saya jika ada suami, waktu dan perhatian lebih banyak melayani dan menemani beliau. Karena memang itu kemauan beliau. Akhirnya saat alarm berbunyi. Saya tidak bisa segera meninggalkan suami, anak-anak males mandi karena baru saja hujan sehingga air kamar mandi sangat dingin.
Jadi puasa hari pertama ini. Saya belum menemukan feel untuk mengerjakan dengan maksimal. Nilai saya pun need improvement.
Day 2
Alhamdulillah hari ke 2 ini, anak-anak dan suami lebih bisa bekerja sama. Sebelum jam 5 sore, anak sulung sudah menyelesaikan cuci piringnya, memasak nasi kemudian saya mandi disusul anak ke 2, 3 dan suami. Anak sulung pun mandi sebelum jam 6 sore.
Jadi saat azan maghrib semua makan malam pun sudah siap. Seteleh sholat, kami bisa langsung makan malam. Nilai hari ini excellent
Day 3
Sore ini kembali setelah alarm berbunyi 10 menit sebelum jam 5, saya segera bangun dari tidur siang. Dan ternyata anak-anak juga baru pulang dari maen di halaman rumah. Sejak covid 19 mewabah, anak-anak memang tetap saya izinkan untuk maen di depan rumah. Tapi tidak maen bersama teman-temannya. Atau pergi ke mushola di komplek dulu.
Alhadmulillah, anak-anak pun langsung mandi dan berpakaian setelahnya. Disusul saya dan suami. Anak sulung setelah memasak nasi baru mandi. Jadi kami bisa menyelesaikan kegiatan dapur sebelum azan maghrib terdengar.
Namun, anak ke 2 saya sempat bertanya, “kenapa memang kalo mamanya memperoleh badge bukan hijau (excellent). Toh tidak bisa dibawa pulang kayak piala terus juga tidak ada yang melihat”, protes alta. Terus saya bilang. “memang tidak ada yang melihat dan tidak aka ada yang memuji tapi ini adalah perlombaan untuk mamanya sendiri. Lomba mengalahkan rasa males dan disiplin mengelola waktu.”
Alta memang belum paham benar arti sebuah prestasi sesungguhnya. Karena memang belum merasakan bagaimana berkompotesi itu baik dengan diri sendiri maupun dengan orang lain. Karena memang kami sebagai orang tua tidak pernah membanding-bandingkan masing-masing anak apalagi dengan anak orang lain. Nilai saya hari ini Excelent
Day 4
Hari ini, awalnya berjalan lancar aja, anak 2 sebelum jam 5 sudah pulang dari maen di sekitaran rumah. Namun ternyata anak sulung lagi ngambek dan tidak mau masak nasi dan mandi sore. Gegara saya kehabisan kouta untuknya maen games. Jadi nilai saya hari ini hanya very good
Day 5
Puasa kembali beraktivitas di rumah dan mengerjakan kegiatan sore hari, mulai berjalan lancar. Hari ini pun anak sulung dan ke 2 mandi tepat jam 5 sore udah bergiliran ke kamar mandi, makan malam sudah disiapkan, piring sudah dicuci. Namun ternyata anak bontot sehabis main dan jatuh lututnya lecet brdarah sebelum sholat ashar tadi sehingga rewel dan tidak mau mandi karena pedih katanya. Dan akhirnya ketiduran. Jadi nilai saya hari ini pun very good.
Day 6
Sebenarnya lebih gampang meminta anak ke 2 dan ke 3 untuk mengikuti aturan dan games puasa saya ini daripada anak sulung. Dia kadang moody dan suka tidak terjadwal. Seperti sore hari ini, kedua adiknya sudah mandi, rapid an makan malam pun sudah siap tepat waktu. Namun ternyata putra saya ini malah tidak mau mandi. Jadi ini juga jadi pee r besar saya. Dan nilai saya hari ini very good
Day 7
Alhamdulillah puasa selama 7 hari ini ditutup dengan anak-anak mulai terbiasa mandi sebelum jam 5 sore, makan malam pun sudah siap meski makan malam baru setelah maghrib nanti. Anak sulung juga pun tanpa diminta lagi mau bekerjasama di hari ini untuk menyelesaikan semuanya sebelum azan maghrib. Nilai hari ini excellent.
Meski tampaknya anak-anak di rumah sudah mulai terbaisa. Tapi kayaknya puasa ini bisa saya lanjutkan di pekan berikutnya. Untuk penguatan kebiasaan sehingga sampai Ramadan nanti mereka sudah sangat kompak untuk mengerjakan bagian mereka tanpa diminta
#janganlupabahagia
#jurnalpuasamingguke-2
#materi2
#Kelaskepompong
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#instituteibuprofesional


Tidak ada komentar:
Posting Komentar